PULIHKAN STROKE DENGAN KARAOKE

 


Buat orang sehat, karaoke adalah cara untuk rilek di sela-sela kesibukan. Ternyata karaoke juga memiliki efek terapi untuk pasien stroke. Kemampuan berbicara bisa diterapi menggunakan lagu-lagu karaoke.
Tidak banyak yang tahu kalau karaoke justru ditemukan oleh seorang dokter di Jepang untuk menterapi pasien-pasiennya. “Dokter ini mencari cara supaya pasien-pasiennya cepat sembuh. Kebetulan dokter ini suka mengutak-atik barang elektronik. Maka terciptalah program karaoke seperti sekarang ini,” kata Dr. Hermawan Suryadi, SpS dari Klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi di Jakarta. Pasien jantung dan stroke yang diterapi dengan karaoke ternyata lebih cepat pulih.

Dari Jepang terapi ini menyebar ke seluruh dunia. Bagian Terapi Rehabilitasi University of Iowa Health Care menyelenggarakan acara karaoke untuk pasien dan keluarganya setiap bulan. Saint Andrew’s Community Hospital di Singapura memberi sesi karaoke untuk pasien saraf akut sampai penyakit ortopedik. Di Jakarta Dr. Hermawan Suryadi membuka klub stroke di kliniknya dengan sesi karaoke untuk pasien-pasiennya. Klinik Fisioterapi Patra Husada di kawasan Kuningan Jakarta juga menyediakan terapi musik untuk pasien stroke. Klinik ini menyediakan seperangkat alat musik untuk dimainkan pasien atau keluarganya.

Secara fisik pasien stroke tampak kesulitan berjalan atau menggerakkan tangan. Ini karena pasien stroke kehilangan kemampuan fungsi kontrol terhadap anggota tubuhnya. Kesulitan berjalan atau menggerakkan tangan ini disebabkan bukan oleh cidera fisik pada tangan atau kaki namun area pada otak yang mengkontrol bagian tubuh tersebut rusak.

Menurut pendapat Kathleen Howland, Ph.D, MT-BT dari New England Conservatory of Music, otak pasien stroke kehilangan ritmik internal yang mengatur anggota gerak karena rusak. Ia berpendapat ritme yang didapat dari luar tubuh (eksternal) dapat merehabilitasi pasien. Ritme eksternal ini bisa diperoleh dari mendengarkan musik atau bersenandung. Musik atau senandung ini dapat membantu otak mengenali kembali ritme internal yang ada pada otak sehingga akhirnya pasien mampu berjalan secara normal.

Ritme musik juga dapat membantu menterapi aphasia atau gangguan berbahasa. Pasien stroke kehilangan kapasitas berbicara karena daerah otak yang mengkontrol bahasa rusak. Meski tidak dapat bicara, mereka masih bisa menyanyi karena daerah musik pada otak tidak rusak. Dr. Hermawan mengingatkan bahasa dan nada berasal belahan otak berbeda. Belahan otak kiri adalah pusat bahasa, rasio, matematika, kemampuan baca dan tulis sedangkan belahan otak kanan adalah pusat intuisi dan kemampuan merasakan, memadukan dan ekspresi tubuh seperti menari, menyanyi dan melukis.

Dengan bantuan seorang terapis, pasien dengan gangguan berbahasa dapat memperbaiki kemampuan bicara dengan menyanyi. Pertama pasien belajar menyanyikan lirik dengan bantuan instrumen musik. Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam terapi ini adalah lagu dengan irama tidak terlalu cepat dan syair sederhana. Dr. Hermawan menyarankan karaoke karena banyak saraf yang dilibatkan. Mata menjadi aktif melihat teks lagu untuk mengeluarkan kata-kata dan irama lagu. Selain itu mata juga melihat gambar-gambar yang menarik di layar monitor karaoke. Telinga juga aktif karena pasien juga mendengar suaranya sendiri.

“Dengan karaoke saraf mata ini diintegrasikan dengan saraf bicara. Integrasi saraf ini dikenal sebagai neuro sensory integration. Ini merupakan bagian dari pemulihan rehabilitasi untuk penderita stroke,” terang Dr. Hermawan. Setelah berlatih karaoke, pasien dapat belajar bernyanyi tanpa bantuan irama musik.


PULIHKAN STROKE DENGAN KARAOKE 4.5 5 bram fishar tips kesehatan, online Buat orang sehat, karaoke adalah cara untuk rilek di sela-sela kesibukan. Ternyata karaoke juga memiliki efek terapi untuk pasien stroke....


@Blog Keluarga Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

MOTIVASI

Orang sukses juga pernah kecewa, tetapi orang sukses mampu menggunakan kekecewaan sebagai pondasi yang lebih kuat lagi untuk berkembang dan menjadi sukses dengan jauh lebih baik lagi Tung Desem Waringin

Arsip Blog